Dua hari lalu saya *ehem* ulang tahun. Punya umur baru. *uhuk*
Dan yang saya pikirkan hanya satu: apa yang sudah saya lakukan satu tahun belakangan ini? Apakah saya sudah berusaha sebaik mungkin untuk melewati tahun itu? Apakah sudah ada yang saya hasilkan selama satu tahun tersebut? Apakah saya sudah layak dibilang dewasa? (eh, itu banyak ya, bukan satu?)
Ulang tahun bukan berarti semakin bahagia, namun semakin sedih. Ada banyak alasan kenapa ulang tahun itu justru bikin makin sedih. Dengan bertambahnya usia, berarti bertambah sedikit pula waktu kita di dunia. Selain itu, dengan bertambahnya usia, bertambah pula beban hidup kita. Tanggung jawab semakin berat, terutama mempertanggung jawabkan apa yang sudah kita lakukan selama satu tahun belakangan. Apakah membaik, atau malah memburuk?
Boleh kita bersenang-senang ketika menjadi ‘ratu/raja sehari’, tapi setelah itu pasti semuanya kembali ke keadaan biasa. Yang sekolah, balik lagi sekolah. Yang kuliah, balik lagi kuliah. Yang kerja juga balik lagi kerja. Everything’s quickly back to normal. Seharusnya kita yang bisa merasakan, nggak secepat itu keadaan kembali normal. Pasti pada malam hari kita merenung, memikirkan, “Oh, ternyata aku sudah umur segini ya? Sudah waktunya *ohok* punya pacar, sudah waktunya mikirin skripsi, sudah harus mulai cari kerja, sudah waktunya ini, sudah waktunya itu”. Dan pikiran selanjutnya adalah “Oh, aku sudah umur segini, selama hidup ‘segini’ tahun, apa yang sudah aku berikan kepada orang tua? Apa yang sudah aku lakukan untuk membuat Mama bangga? Apa yang sudah aku perbuat untuk membuat Papa bahagia?”
Semuanya kembali ke diri kita sendiri. Ulang tahun berarti kita harus semakin dewasa, berpikir lebih matang ke depan, dan tidak boleh egois.
Anyway, happy birth day to me then! ^o^