Esquire Theme by Matthew Buchanan
Social icons by Tim van Damme

04

Aug

Ini asli. Serius! Editan cuman ada di membuat kotak merah dan tulisan. Tapi isi situsnya asli! Serius! Beneran ada ini. Kalo nggak percaya, klik aja fotonya…

Serius, beneran muncul Tom Felton, Bisma SM*SH, Steven William, sama Dinda Kirana pas saya nge-search Lintang Anis. Padahal apa hubungannya ya…

Ini asli. Serius! Editan cuman ada di membuat kotak merah dan tulisan. Tapi isi situsnya asli! Serius! Beneran ada ini. Kalo nggak percaya, klik aja fotonya…

Serius, beneran muncul Tom Felton, Bisma SM*SH, Steven William, sama Dinda Kirana pas saya nge-search Lintang Anis. Padahal apa hubungannya ya…

Me:
"Kuberikan gambar Angry Birds ini untukmu, Sayang."
You:
"Buat apa?"
Me:
"Agar kamu bisa menyerang hatiku dengan cintamu..."

22

Jul

2 Presiden RI yang Luput dari Sejarah

Nama yang terlupakan itu adalah Sjafruddin Prawiranegara yang menjabat presiden pada Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) dari tanggal 22 Desember 1948 hingga 13 Juli 1949. Selain Sjafruddin, presiden yang tak tercatat itu adalah Mr Assaat yang memangku sementara jabatan Presiden Republik Indonesia (RI) pada periode 27 Desember 1949 hingga 15 Agustus 1950, setelah Konferensi Meja Bundar (KMB).

“Mungkin karena alpa, tetapi mungkin juga disengaja,” kata pengamat sejarah Muchlis Muchtar di Padang, Sumatera Barat, Rabu (2/9).

Muchlis menjelaskan, Sjafruddin pernah menjabat sebagai Presiden merangkap menteri pertahanan, penerangan dan luar negeri ad interim pada PDRI yang dibentuk untuk menyelamatkan pemerintahan RI. Saat itu, Belanda baru saja melancarkan agresi militer ke-2 pada 19 Desember 1948 di Ibukota RI yang saat itu berkedudukan di Yogyakarta. Belanda pun menahan Presiden dan Wakil Presiden RI, Soekarno-Hatta.

Di sela-sela penangkapan itu, Soekarno mengirim telegram kepada Sjafruddin yang menjabat sebagai Menteri Kemakmuran RI dan tengah berada di Bukittinggi, Sumatra Barat. Kepada Sjafruddin, Soekarno meminta agar dibentuk pemerintahan darurat di Sumatera jika pemerintah tidak dapat menjalankan kewajibannya lagi.

Sjafruddin dan tokoh-tokoh bangsa lainnya di Sumatra kemudian membentuk PDRI untuk menyelamatkan negara yang berada dalam keadaan berbahaya akibat kekosongan posisi kepala pemerintahan. Padahal, posisi itu menjadi salah satu syarat internasional untuk diakui sebagai negara. PDRI pun diproklamirkan 22 Desember 1948 di Desa Halaman, sekitar 15 Kilometer dari Payakumbuh.

Jabatan Presiden merangkap menteri pertahanan, penerangan dan luar negeri ad interim yang diisi Sjafruddin kemudian berakhir setelah dia menyerahkan kembali mandatnya kepada Soekarno yang kembali ke Yogyakarta pada 13 Juli 1949. Riwayat PDRI pun berakhir.

Sementara itu, Mr Assaat pernah dipercaya menjabat Pemangku sementara jabatan Presiden Republik Indonesia (RI) pada periode 27 Desember 1949 hingga 15 Agustus 1950. Jabatan itu diamanatkan kepada Mr Assaat, setelah perjanjian KMB 27 Desember 1949 memerintahkan pemerintah Belanda menyerahkan kedaulatan Indonesia kepasa pemerintahan Republik Indonesia Serikat (RIS).

RIS merupakan negara serikat yang terdiri dari 16 negara bagian, salah satunya adalah Republik Indonesia (RI) yang saat itu dipimpin pemangku sementara jabatan Presiden, Mr Assaad. Jabatan itu diisi Mr Assaat karena Soekarno dan Hatta ditetapkan sebagai Presiden dan Wakil Presiden RIS dan pimpinan RI kosong.

Menurut Muchlis, peran Mr Assaat saat penting karena jika RI tanpa pimpinan, berarti ada kekosongan dalam sejarah Indonesia. Jabatan Mr Assaat sebagai pemangku sementara jabatan Presiden RI, berakhir setelah Belanda dan dunia internasional mengakui kembali kedaulatan RI.

RIS dilebur menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) pada 15 Agustus 1950. Soekarno dan Hatta kembali ditetapkan menjadi Presiden dan Wakil Presiden RI, sementara jabatan Mr Assaat sebagai pemangku sementara jabatan Presiden RI dinyatakan berakhir. 

Sumber :
faktabukanopini.blogspot.com 

19

Jul

Umur Baru, Pikiran (Harus) Baru

Dua hari lalu saya *ehem* ulang tahun. Punya umur baru. *uhuk*

Dan yang saya pikirkan hanya satu: apa yang sudah saya lakukan satu tahun belakangan ini? Apakah saya sudah berusaha sebaik mungkin untuk melewati tahun itu? Apakah sudah ada yang saya hasilkan selama satu tahun tersebut? Apakah saya sudah layak dibilang dewasa? (eh, itu banyak ya, bukan satu?)

Ulang tahun bukan berarti semakin bahagia, namun semakin sedih. Ada banyak alasan kenapa ulang tahun itu justru bikin makin sedih. Dengan bertambahnya usia, berarti bertambah sedikit pula waktu kita di dunia. Selain itu, dengan bertambahnya usia, bertambah pula beban hidup kita. Tanggung jawab semakin berat, terutama mempertanggung jawabkan apa yang sudah kita lakukan selama satu tahun belakangan. Apakah membaik, atau malah memburuk?

Boleh kita bersenang-senang ketika menjadi ‘ratu/raja sehari’, tapi setelah itu pasti semuanya kembali ke keadaan biasa. Yang sekolah, balik lagi sekolah. Yang kuliah, balik lagi kuliah. Yang kerja juga balik lagi kerja. Everything’s quickly back to normal. Seharusnya kita yang bisa merasakan, nggak secepat itu keadaan kembali normal. Pasti pada malam hari kita merenung, memikirkan, “Oh, ternyata aku sudah umur segini ya? Sudah waktunya *ohok* punya pacar, sudah waktunya mikirin skripsi, sudah harus mulai cari kerja, sudah waktunya ini, sudah waktunya itu”. Dan pikiran selanjutnya adalah “Oh, aku sudah umur segini, selama hidup ‘segini’ tahun, apa yang sudah aku berikan kepada orang tua? Apa yang sudah aku lakukan untuk membuat Mama bangga? Apa yang sudah aku perbuat untuk membuat Papa bahagia?”

Semuanya kembali ke diri kita sendiri. Ulang tahun berarti kita harus semakin dewasa, berpikir lebih matang ke depan, dan tidak boleh egois.

Anyway, happy birth day to me then! ^o^

14

Jul

fuckyeahmahasiswa:

Yang pertama kali dilihat mahasiswa saat perkuliahan dimulai - dari mas rey 

fuckyeahmahasiswa:

Yang pertama kali dilihat mahasiswa saat perkuliahan dimulai - dari mas rey 

(Source: fuckyeahmahasiswa)

fuckyeahmahasiswa:

Saat yang ditunggu-tunggu ternyata
dari ohitsbanana

fuckyeahmahasiswa:

Saat yang ditunggu-tunggu ternyata

dari ohitsbanana

(Source: fuckyeahmahasiswa)

Katakan YA, atau katakan TIDAK, tapi jangan sekali-sekali katakan MUNGKIN
Jack Welch (ex CEO GE)

27

May

Me:
"Bapak kamu jago bikin jus ya?"
You:
"Iya! Kok tau?"
Me:
"Karena kamu udah ngeblender hatiku..."

16

May

Me:
"Bapak kamu pelihara ayam ya?"
You:
"Kok tahu?"
Me:
"Karena kamu telah mematok hatiku..."